Kesehatan

Siapa Sangka, Inilah Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan

KabarSukses.com – Bagi Anda pecinta tanaman, tentunya Anda akan bersemangat untuk selalu berinteraksi dengan tanaman. Salah satu kegiatan interaksi tersebut adalah dengan melakukan kegiatan berkebun. Siapa sangka bahwa aktivitas berkebun adalah salah satu bentuk terapi kesehatan.

Mebudidayakan tanaman ternyata dapat digunakan sebagai salah satu bentuk terapi. Terapi tersebut biasa disebut dengan terapi holtikultura. Beberapa penelitian menjelaskan bahwasannya dengan melakukan aktivitas jalan – jalan di lingkunagn alam seperti di taman, hutan serta lahan hijau lainnya, hal itu akan mampu meningkatkan kesegaran fikiran , menyeimbangkan tekanan darah serta meredam tingkat hormom stress.

Berkebun ternyata dapat dimanfaatkan sebagai media untuk melakukan terapi kesehatan. Seseorang yang melakukan terapi holtikultura nyatanya dapat kembali pulih dari penyakit, meningkatkan suasana hati sehingga bahkan akan lebih mempercepat waktu perawatan pada pasien yang dirawat dirumah sakit.

“Pasien dengan demensia dapat meningkatkan memori jangka pendeknya setelah menjalankan terapi hortikultura. Beberapa peserta dapat mengingat suara – suara di sekitar taman, bahkan hampir dua minggu setelah kejadian itu berlangsung,” jelas Flagler dalam sebuah studinya.

Selain itu berkebun juga dapat membantu fungsi system daya tahan tubuh. Bagaimana bisa? Hal itu bisa terjadi saat seseorang melakukan aktivitas berkebun karena bakteri yang terkandung di dalam tanah itu sendiri. semakin sering seseorang berkebun maka ia akan lebih mudah untuk melawan infeksi dan juga dapat mencegah penyakit.

Nah, itu lah ulasa terkait manfaat berkebun. Bagaimana berani mencoba?

Susi LestariSiapa Sangka, Inilah Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan
read more

Ternyata Ini Rahasia Chelsea Olivia Sukses Turunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Menurut Saya sangat penting ( memiliki tubuh ideal ). Biasanya wanita setelah melahirkan mindset-nya enggak diurus lagi tubuhnya menurut saya itu salah. Kita kan public figure, jadi harus dijaga semuanya. Impact – nya pada kesehatan , lebih fresh dan lebih percaya diri. Ini salah satu hal yang baik, karena kelebihan berat badan juga tidak baik, ” jelas Chelsea.
Chelsea memiliki keinginan kuat memiliki tubuh yang sehat dan ideal. Sehingga, dalam waktu 3 bulan pasca melahirkan, ia sukses menurunkan berat badannya.
“3 bulan 27 kg dan menurut saya itu suatu hal yang luar biasa. Masih kurang 3 kilogram lagi. Saya ingin mengecilkan pinggang. saya merasa waktu hamil, saya tidak memiliki pinggang” tambah Chelsea.
Siapa sangka, pada saat ia hamil berat badannya mencapai 80 kg. hal itu menjadikan cheksea tidak percaya diri meskipun Glenn Alinskie sama sekali tidak komplain dengan berat badan istri tercintanya tersebut.
“Saya sangat beruntung memiliki suami yang mendukung saya. Pada saat saya 80 kg dan merasa tidak percaya diri, dia tetap mendukung saya ” ungkap Chlesea.
Kesuksesan Chelsea Olivia dalam upaya menurunkan berat badan hingga 27 kg rupanya tidak dengan melakukan diet ketat melainkan hanya mengkonsumsi banyak asupan nutrisi seperti sayuran dan buah – buahan. Selain itu, ia juga tetap mengkonsumsi nasi sebagai asupan karbohidratnya.
Bagaimana Mom, apakah sudah siap mengikuti langkah sukses Mommy Chelsea Olivia untuk bisa menurunkan berat badan pasca melahirkan?
Susi LestariTernyata Ini Rahasia Chelsea Olivia Sukses Turunkan Berat Badan Setelah Melahirkan
read more

Gizi Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Sehat?

KabarSukses.com – Idul Adha identik dengan daging kurban. Pada waktu tersebut cukup banyak masyarakat muslim yang mengkurbankan hewan baik sapi maupun kambing lalu daging tersebut dibagikan kepada masyarakat disekitar tempat tinggalnya. Tentu akan banyak masyarakat yang menerima daging kurban. Namun, siapa sangka tidak jarang masyarakat berhati – hati saat mengkonsumsi daging, jika berlebihan akan menimbulkan banyak penyakit yang membahayakan bagi tubuh.

Lalu, bagaimana sebenarnya kualitas kandungan gizi didalam kedua daging tersebut? Manakah yang lebih sehat?

Siapa sangka didalam 100 gram daging sapi ternyata mengandung 217 kalori yang disertai 4,2 gram lemak. Sementara didalam 100 gram kambing ternyata mengandung sebanyak 258 kalori dengan 8,8 gram lemak.

Kedua daging tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan tentunya. Jika dilihat dari jumlah lemak, daging sapi memiliki lemak yang lebih rendah dibandingkan daging kambing. Namun, kandungan lemak pada daging kambing justru akan mampu dipisahkan pada saat pemotongan daging dibandingkan kalori yang ada di daging sapi yang terdapat di serat – serat daging.

Selain itu, daging kambing juga memiliki kadungan protein yang lebih berkualitas dibandingkan daging sapi dan kandungan tersebut tidak mudah lenyap pada saat dimasak.

Bukti bahwa daging kambing lebih sehat juga dapat dilihat dari kondisi daging kambing yang mudah dicerna dibandingkan daging sapi. Selain itu, daging kambing mengandung vitamin K dan D yang vitamin ini tidak dimiliki oleh daging sapi. Juga, faktanya daging kambing memiliki kandungan folat yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi.

Jadi, tidak perlu bingung lagi ya mana daging yang lebih sehat diantara keduanya! Ayo mulai hidup sehat dari sekarang, untuk hidupmu yang lebih baik……

Susi LestariGizi Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Sehat?
read more